Sabtu, 29 Oktober 2016

Candi Borobudur Bercorak Hindu Yang Dipakai Umat Buddha

Candi Borobudur adalah sebuah candi megah yang terletak di Indonesia, tepatnya di kota Magelan, Jawa Barat. Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada pemerintahan wangsa Syailendra sekitar tahun 800 Masehi. Candi Borobudur merupakan candi Buddha yang terbesar di dunia dan menjadi salah satu keajaiban dunia.
Awal mula dari nama Borobudur diambil dari buku "The History of Java" yang ditulis oleh Thomas Raffles. Didalam buku tersebut berisi semua hal tentang pengalamannya di Pulau Jawa ketika menjabat sebagai gubernur Inggris di Indonesia. Didalam buku tersebut, nama Bore-Budur diberikan terhadap candi yang ia temukan.

Sir Thomas Stamford Raffles
Kata Bore berasal dari nama desa terdekat dari candi yaitu desa Boro (kemungkinan salah  mengeja nama desa dengan bahasa Inggris). Sedangkan kata Budur diperkirakan didapat dari kata Buda yang berarti purba atau dari kata Bhudara yang berarti gunung.

Pembangunan candi ini masih misterius karena belum diketahui sampai sekarang siapa yang membangunnya dan dengan tujuan apa. Yang kita ketahui adalah bahwa pembangunan candi Borobudur ini diperkirakan memakan waktu 75 sampai 100 tahun. Candi Borobudur ini kemudian menuai kontroversi tentang agama yang dilukiskan atau ditujukan untuk candi ini. Seperti yang kita ketahui, candi Borobudur dibangun pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Wangsa Syailendra ini dikenal sebagai penganut agama Buddha aliran Mahayana, tetapi ada sumber lain yang mengatakan bahwa mereka pada awalnya beragama Hindu.

Pada masa pemerintahan wangsa Syailendra, terdapat banyak pembangunan candi Hindu dan Buddha. Candi Borobudur dibangun pada waktu yang hampir bersamaan dengan pembangunan candi-candi yang ada di dataran Prambanan. Pewaris raja Sanjaya yang beragama Hindu, Rakai Panangkaran memberikan izin kepada umat Buddha untuk membangun candi Buddha. Ia bahkan memberikan desa Kalasan kepada para Sangha (biksu) untuk merawat dan menjaga candi Kalasan yang digunakan untuk memuja Bodhisattwadewi Tara.
Candi Loro Jonggrang
Hubungan antara kedua wangsa ini berjalan harmonis. Tetapi, tidak lama kemudian, diketahui bahwa adanya persaingan antara wangsa Syailendra dan wangsa Sanjaya. Akhirnya terjadilah perang antara kedua pihak tersebut. Wangsa Sanjaya memenangkan pertempuran tersebut dan kemudian membangun candi Loro Jonggrang di Prambanan untuk menyaingi candi Borobudur.
Agama Hindu dan agama Buddha masing-masing berasal dari India. Agama Hindu dapat dikatakan muncul sekitar 1500 S.M. sedangkan agama Buddha muncul sekitar 500 S.M. melalui Siddharta Gautama yang sebelumnya beragama Hindu. Jadi, tidak mengherankan jika adanya campuran antara agama Hindu dan Buddha pada relief candi Borobudur.

Note : Saya sengaja menggunakan huruf dengan font style dan font size yang berbeda-beda agar para pembaca sekalian lebih tertarik untuk membaca blog ini dan tidak bosan dengan tulisan yang terlalu monoton. Ada beberapa huruf yang font sizenya terlalu kecil dan sulit untuk dibaca. Saya sudah mencoba untuk memperbaikinya tetapi akan ada perubahan besar pada susunan teks jika diubah, jadi mohon dimaklumi. Sekian dan terima kasih.